Darimu Rindu Aku Memahami
Jangankan untuk tidak mengingatmu
satu hari saja bahkan satu detik aku sepertinya tak bisa lepas dari bayang semu
hadirmu dalam waktuku. Aku telah berusaha untuk menolak cinta ini bersemi atas
namamu, aku telah berupaya untuk mengtiadakan ruang dalam hati untuk tidak
melukiskan wajah cantikmu bertahta rindu membayangi hariku, namun semakin aku
mencoba mengalihkan duniaku untuk tidak mencintaimu, aku semakin sulit untuk
bernafas melepas lelahnya rasa yang kian hari kian mengajakku pergi ke negeri
bahagia ketika hadirmu ada di sekitarku. Sejenakku berpikir, apakah aku
terhanyut dalam cinta yang menuntut waktu berparas palsu akan nafsu dunia saja
sehingga aku begitu ingin hadirmu ada dalam waktuku. Perasaan itu bukan saja
hari ini mendesak jiwa untuk berontak garang bahkan semenjak aku melihat
hadirmu ada di ruang waktu hariku, aku merasa jika aku telah terhanyut dalam
buaian cinta tak memberi isyarat pasti.
Kenapa aku ini, ada apa dengan
hatiku ini, apakah aku memang mencintaimu dengan sungguh-sungguh, atau hanya
bius waktu yang membuatku begitu mudah terbujur kaku dalam pelukan cinta hingga
terperangkap dalam rindu yang terbendung asa dalam rasa. Lihat diri saat ini,
aku begitu mudah menuliskan apa yang menjadi pertanyaan hati tentangmu, aku
begitu mudah menghafalkan lagu ketika bayangmu terlintas dalam benakku dan aku
begitu gampang menghabiskan malamku ketika rindu itu mengusik waktu dalam sepi.
Hingga pagi menjelang, pikiranku masih saja setia menghafal mimpi-mimpi rindu
yang terajut dalam tidurku. Apakah aku memang benar-benar jatuh cinta kepadamu
saat ini, atau hanya sekedar amukan dunia yang semakin membuatku terpuruk dalam
kehancuran yang tak pernah berujung menjadi bahagia.
Hingga aku berlaku seperti ini, aku
bukannya segaja untuk berusaha menjauh darimu, tak berusaha untuk mendekatimu
bukan karena aku benci karena aku terlalu menyukaimu hingga membuatku semakin
sulit untuk berada didekatmu dan aku tak ingin apa yang aku rasa terlalu
menuntut waktu untuk bicara tentang cinta karena itu terlalu aneh saja jika
hati bicara cinta yang sesungguhnya karena aku yakin jika cinta yang memang
benar cinta tak perlu bahasa apapun untuk mengatakan jika aku cinta dan cinta
tak pernah menuntut apapun akan arti hadirmu dalam hidup ini karena cinta yang
sesungguhnya itu bahasa lain dari keindahan Tuhan yang diciptakan untuk bahagia
di dunia ini bukan derita bahkan air mata.
Dan sepertinya aku akan menekuni
isyarat cinta itu datang kepadaku hingga aku mampu meredam emosi yang kadang
mengajakku untuk berlaku kasar terhadap rasa yang sedang melanda hati dengan
sesak hingga tersentak. Tak akan aku biarkan rasa ini menuntut cinta dalam
hidupku karena aku yakin jika dia yang saat ini sedang melanda rindu dalam
waktuku memang tercipta atas nama jodoh dalam hidupku, maka dia akan datang
pada waktu yang tepat dan pada hari dimana dia tersenyum manja dan bahagia
bersamaku, bukan untuk satu hari namun selamanya ketika jiwa ini tak lagi
bersatu dalam ragaku dan dipertemukan kembali dalam ikatan abadi ketika kau
berganti nama dengan sebutan bidadari disana kelak.
Jika itu tak pernah terjadi, dan tak
akan berhasil maka hati ini tak akan aku biarkan terlena dalam luka terlalu
berharap kepada sang kuasa menghadirkan dirimu ada dalam hidupku karena itu
terlalu indah saja waktu yang aku habiskan untuk menunggu seseorang yang bukan
tercipta dari tulang rusukku ini. Saat ini dan mungkin esok bahkan lusa, aku
tak akan menuntut apa-apa dengan cinta yang aku rasa karena aku yakin kehadiran
cinta dalam waktuku bukan untuk dicaci maki bahkan dibenci, namun hadirnya
cinta dalam hati untuk dinikmati hinga mengalir cerita indah didalamnya untuk
dijadikan pelajaran agar dapat menghormati setiap nikmat yang diciptakan Sang
Kuasa dalam dunia ini.
Dan Kau, tetaplah tersenyum seperti
senyum yang saat ini aku lihat terpancar dari wajahmu, aku tak berbohong jika
dirimu memang indah dan itu pujian yang sudah selayaknya kau dapatkan, bukan
karena kau cantik karena kecantikan didunia ini banyak dan lumrah bagi seorang
wanita, namun bagiku kecantikanmu bukan karena memang kau cantik namun
kencatikanmu terletak didalam hatimu yang membuat seorang pria begitu engan
melupakan senyum manismu itu.
Hingga tulisan ini tercipta,
senyummulah yang membuat pikiran bisa merangkai kata tentang semua keindahanya
yang kau miliki. Tak perlu kau takut jika aku menuntut pujian darimu karena
telah menuliskan ini tentangmu karena aku tak akan melakukan itu kepadamu
bahkan kepada dunia sekalipun karena tulisan ini bukan saja tentang seberapa
besar rasa cinta yang aku miliki untukmu namun jauh dari itu jika tulisan ini
dapat memberi manfaat untuk orang yang mungkin saja mengalami hal yang sama
dengan apa yang aku rasa dan mereka dapat belajar jika cinta itu tak akan
pernah mengajarkan arti benci, luka, bahkan air mata, namun dibalik semua yang
terjadi jika cinta akan selalu memberikan cerita indah di dalamnya jika kau tak
pernah membenci cinta dalam hidupmu.
“Seperti senyummu hari ini, tak
pernah menuntut mata untuk memuji, tak menuntut hati untuk merindu bahkan tak
menuntut waktu untuk memberi tanda balas dari hatimu. Kau abaikan segala tanya
tentang ramahmu karena kau begitu mengerti jika hidup itu harus berbagi tanpa
harus menuntut kembali. Dan Seperti itu pula cinta yang terasa dalam hati, tak
akan aku biarkan waktu mengambil sepatah kata pun tentang hadirmu dalam
waktuku. Apapun tanya dan jawab yang aku dapatkan tentang cinta ini, dirimu
tetaplah ada dalam cerita indah hidupku”